Jumat, 1 April 2011, Pekan Prapaskah III Hos. 14:2-10, Mrk. 12:28b-34
Bacaan Injil:
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Renungan:
Pertanyaan dapat merupakan atau malahan menjadi pembuktian keyakinan sang penanya. Ada yang bertanya untuk mendapat jawaban yang benar-benar objektif, tetapi ada juga yang melakukannya guna mengelakkan tugas atau tanggungjawab yang mungkin akan diakibatkan dari jawaban baru yang disajikan.
Socrates pernah menyebutkan pertanyaan sebagai bidang ilmu pengetahuan. Pertanyaan merupakan keinginan untuk menemukan jawaban yang objektif dan subjektif benar dan mesti dilaksanakan secara konsekuen.
Kita perlu belajar mengajukan pertanyaan bukan untuk dijawab oleh orang lain, melainkan oleh kita sendiri. Bertanya berarti bertekad menemukan jawaban. Semakin autentik suatu jawaban, berarti semakin dekat dengan makna hidup. Masuk akal, oleh pertanyaan dan jawaban kita yang benar, kita dijamin-Nya “tidak jauh dari Kerajaan Allah”.
Doa:
Bapa yang Maharahim, pujian dan syukur kami persembahkan kepada-Mu karena begitu besar kuasa dan kasih-Mu bagi kami. Pada hari ini lewat Injil-Mu Engkau mengajari kami supaya mengasihi Engkau dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi kami. Namun bukan hanya itu, kami juga harus mencintai sesama kami seperti kami mencintai diri kami sendiri. Karena itu, kuatkan dan tegakkanlah kami untuk hanya berguru kepada Putra-Mu, yang adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Amin.
Popular Posts
-
Seorang sahabat saya terpuruk dalam derita. Setelah ia masuk rumah sakit setelah salah dioperasi, dan divonis mati, ternyata Allah masih m...
-
Lama saya bermenung sembari diterpa angin malam. Rasanya tak pernah ngantuk ketika menelusuri sejarah Gregorius. Banyak ...
-
BERBUAT BAIK Oleh: Desy Yolanda Kelas: XII IPS2, SMA Tarsisius Vireta Berbuat sesuatu tanpa mengharapkan balasan bukanlah hal yang musta...
-
Seorang perempuan cacat tanpa tangan, hidup di sebuah panti asuhan Yogyakarta. Setelah dewasa, ia dipersunting oleh seorang laki-laki ya...
-
Inti pewartaan Yesus adalah mewartakan Kerajaan Allah.Di dalam mewartakan Kerajaan Allah,Yesus dibantu oleh para murid dan para wanita.Para ...
Recent Posts
Categories
Unordered List
Pages
Blog Archive
Powered by Blogger.
Comments
Total Pageviews
Blog Archive
www.adonaranews.com
www.adonaranews.com
Find Us On Facebook
Ad Home
Featured Video
Featured Video
Random Posts
Recent Posts
Header Ads
Labels
About Me
Foto Keluarga
Keluargaku
Foto profilku
Pemilik website
Labels Cloud
Labels
Follow Us
Pages - Menu
Popular Posts
-
--> Oleh: Valery Kopong* Ketika persoalan antaragama terus meruncing dan terkadang berujung pada ben...
-
Courtesy Museion Museum / ...
-
Judul : Keharuman Cinta Mother Teresa Penulis : Anna Farida Penerbit : New Agogos Publising, Jakarta 201...
-
Membaca teks Injil Luk. 10:1-9 mengingatkan kita akan tugas perutusan yang diberikan oleh Yesus. Tugas perutusan itu tidak hanya untuk ora...
-
Setiap kali bertemu dengan Romo Dan di ruang sakristi, sepertinya naluri panggilanku untuk menjadi calon imam semakin terasa. Khotbah Ro...
-
Pengantar Redaksi: Paulus yang sebelum pertobatannya dikenal sebagai Saulus, lahir di Tarsus, Kilikia, sebuah pusat perdagangan terk...
-
Sebanyak 460 ketua-ketua lingkungan dari paroki yang ada di Dekenat Tangerang I mengikuti rekoleksi bersama Mgr. Ignatius Kardinal Su...
-
Blasius Haryadi atau lebih dikenal Harry Van Yogya. Begitulah pria ini dikenal, tidak hanya di kalangan tukang becak yang mangkal di M...
-
Z A K H E U S Oleh: Valery Kopong* KETIKA saya diminta oleh ketua lingkungan untuk mencari nama pelindung lingkungan yang baru dibentuk ...
-
Oleh: Valery Kopong* Malam semakin larut dan keheningan perlahan turun mencium bumi Pasar Kemis-Tangerang-Banten. Tepat pukul 21.30 mala...
0 komentar:
Post a Comment