Tuesday, March 1, 2016

2 + 2

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat SMS dari salah seorang  teman. SMS-nya singkat dan memberikan pesan  yang kabur padaku. Dia mengatakan, 2+2  hasilnya bukan empat lagi. Membaca pesan singkat ini semakin membuat aku  tak karuan berpikir. Hitungan matematis semenjak dulu, bahwa 2 + 2 sama dengan empat. Lalu mengapa hari ini digugat melalui SMS dan yang menggugat adalah orang yang biasa aja dan bukan ahli matematika?  Kalau seorang ahli matematika yang menggugat, saya melihatnya sebagai hal yang biasa tetapi karena yang menggugat adalah seorang yang biasa maka hal itu dilihat sebagai sesuatu yang luar biasa.
Selang beberapa menit kemudian, dia mengirimkan SMS lagi, bahwa kebenaran tidak sama dengan kebenaran karena kebenaran sedang dipermainkan. Seperti 2 + 2 tidak sama dengan empat lagi, demikian kebenaran sebagai sebuah fakta masih bisa digugat oleh para penggugat sesuai dengan maksud dan tujuan penggugat itu. Ketika membaca dan merenungkan bahkan melihatnya dalam terang filosofis, sadar atau tidak sadar, banyak di antara kita yang sedang mempermainkan kebenaran. Bahwa kebenaran sebagai  sebuah fakta yang merupakan bukti otentik dari sebuah peristiwa dikesampingkan demi sebuah tujuan tertentu, yakni menyelamatkan diri dari jeratan kesalahan yang dituduhkan padanya.

Monday, February 29, 2016

“YANG MULIA”

Beberapa minggu terakhir ini masyarakat Indonesia disuguhkan dengan  persidangan  yang dilakukan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).  MKD berusaha untuk memanggil dan menghadirkan para saksi yang terkait dengan kasus Freeport.  Dalam persidangan itu, bisa terlihat secara jelas bahwa seorang saksi berlaku sopan dan berusaha  untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan  dengan didahului  kalimat “Yang Mulia.” Karena sidang yang dilakukan itu secara terbuka dan ditayangkan secara LIVE di beberapa TV maka kalimat “Yang Mulia” menjadi menarik dan bahkan dijadikan sebagai guyonan oleh masyarakat.
            Penggunaan kalimat “Yang Mulia” oleh seorang saksi ataupun seorang terdakwa dalam sebuah persidangan merupakan hal biasa yang sering dilakukan. Tetapi mengapa kalimat “Yang Mulia” yang dipakai dalam persidangan di MKD mendapat sorotan dan bahkan dijadikan sebagai lelucon yang mengundang gelak tawa masyarakat? Penggunaan kalimat “Yang Mulia”  ini merupakan  bentuk penghormatan seorang saksi ataupun terdakwa terhadap seorang hakim dalam sebuah persidangan. Tetapi kenyataan yang menarik dalam persidangan di MKD, kalimat “Yang Mulia” menjadi bahan tertawaan karena MKD kurang menampilkan rasa hormat kepada para saksi yang dengan tahu dan mau memberikan informasi tentang kasus yang bergulir itu.      
           

Monday, February 22, 2016

PENGGALANGAN DANA PAROKI SANTO GREGORIUS AGUNG KOTA BUMI-TAHUN 2015

Gereja Paroki Santo Gregorius Agung, sudah resmi menjadi paroki mandiri sejak 23 September 2012 yang lalu. Dengan peralihan dan  penetapan stasi Gregorius menjadi sebuah paroki mandiri maka umat dan dewan paroki mulai bergerak menata paroki, baik dari segi fisik-bangunan maupun program-program lain. Pada bulan April, tepatnya pada perayaan Paskah 2015 secara resmi gereja mengumumkan pelaksanaan pembangunan gedung pastoral dan gereja sendiri yang sudah lama berdiri sebagai gedung serba guna.
            Dengan bergeraknya paroki untuk mempersiapkan diri dalam membangun maka dibentuklah panitia penggalangan dana pembangunan gereja paroki Santo Gregorius Agung dengan ketuanya adalah Bapak Soter Vitalyanus Mbaly, Sekretaris: Valerianus Kopong Tupen, koordinator penjualan kupon: Yustinus Heryawan, koordinator team amplop untuk WKRI cabang Gregorius: Ibu Diana, koordinator team amplop untuk kelompok   Legio Maria: Ibu Lusi Kumenap, koordinator team amplop PDKK: Bapak Wardoyo, koordinator team amplop kerahiman ilahi: Ibu Winda Harun, dan koordinator team amplop dari kelompok KKTG: Bapak Muchin.
Team amplop WKRI bertugas di Paroki Laurensius-Alam Sutera
            Selain itu juga ada team koor dari beberapa kelompok koor yang bersedia ngamen di paroki-paroki lain. Ada kelompok koor Flobamorata, kelompok IKSU, Anggoro Kasih dan kelompok koor inti paroki Santo Gregorius Agung. Kelompok koor ini tampil di beberapa paroki, tempat pencarian dana. Hanya saja ada paroki yang tidak bersedia menerima koor pada saat ngamen karena jadwal koor di parokinya sudah ada dan tidak bisa diganti.
            Pada tahun 2015, ada 7 paroki yang menjadi tempat sasaran penggalangan dana. Tanggal 31 Mei 2015 merupakan langkah pertama pencarian dana di Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda-Tangerang. Tanggal 8-9 Agustus 2015, jadwal ngamen di paroki Santo Matias-Kosambi. Setelah itu Paroki Santo Thomas Rasul Bojong dan Stasinya di Notra Dame, Santo Matius Penginjil Bintaro, Paroki Cakung-Jakarta Timur, Paroki Blok B, Paroki Laurensius Alam Sutera.***(Valery Kopong)    


MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER


Setiap sekolah umumnya mengadakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini diadakan selepas proses belajar mengajar. Walau dalam kondisi yang sangat lelah dan cape tetapi masing-masing siswa/i berhak memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Di sini, bisa dilihat bahwa setiap sekolah memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap pola pengembangan bakat dan kemampuan siswa/i.  Kemampuan  yang dimiliki oleh setiap siswa/i memang berbeda-beda dan karena itu dalam proses penentuan kegiatan ekstrakurikuler harus berdasarkan keberagaman kemampuan yang dimiliki oleh para peserta.  Beberapa ketrampilan yang dimiliki oleh setiap siswa-siswi menjadi fokus perhatian sekolah dalam memulai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.
Pengalaman menunjukkan bahwa prestasi yang diraih oleh siswa-siswi tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan akademik tetapi juga keterampilan lain yang juga membawa siswa-siswi mengarah pada jenjang kesuksesan. Menyadari begitu pentingnya kegiatan pengembangan diri dan bakat para siswa-siswi maka pihak sekolah memberanikan diri menyediakan para tenaga pelatih teknis dan mendukungnya dengan sarana dan prasarana. Memberi ruang untuk mengembangkan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, secara tidak langsung, pihak sekolah sedang mempersiapkan generasi yang handal dan tangguh untuk bersaing dengan berbekal pada kemampuan akademik dan keterampilan yang dimilikinya.

Monday, February 15, 2016

MEMBANGUN NIAT


Sabtu, 26 September 2015 seluruh siswa/i SMP Maria Mediatrix  mengadakan rekoleksi.  Pagi ini mereka datang dengan hanya berbekal nasihat orang tua dan semangat yang ada di dalam diri mereka. Rekoleksi yang diadakan bisa menambah iman dan menimbah kekuatan kembali setelah  lelah mengikuti rutinitas sebagai seorang pelajar. Lewat rekoleksi, para peserta mendapat pencerahan hati dan budi. Pelaksanaan rekoleksi diawali dengan renungan dan ibadat pagi singkat. Ibadat ini dipimpin oleh Bapak Agustinus Sariman. Dalam renungan singkat, beliau  berpesan bahwa setiap siswa/i bisa memetik buah-buah kebaikan dari hasil rekoleksi ini dan diharapkan bisa merubah perangai menjadi lebih baik.
Setelah renungan singkat yang mengawali rekoleksi ini, dilanjutkan dengan sesi I dengan tema: “Aku Secitra Dengan Allah.” Pada sesi I ini dibawakan oleh Bapak Wilibrordus Subanpulo yang mengemukakan bahwa kita telah memberi warna dalam hidup ini dengan memperlihatkan warna kulit yang berbeda, hidung, mata dan bentuk tubuh lainnya. Kita merupakan gambaran Allah dan ciptaan Allah yang paling kudus karena setiap kita manusia dikaruniai hati nurani, akal budi dan kehendak bebas dalam merawat dan menumbuh-kembangkan dunia dan lingkungan masyarakat di sekitar kita. Sesi ini selesai dan dilanjutkan  dengan coffee break.

Friday, February 12, 2016

GURUKU


Guruku…
Kau pahlawanku tanpa tanda jasa
Kau jadikan kami tahu
Kau jadikan kami mengerti
Kau jadikan kami pandai

Guruku…
Kau tak kenal lelah
Kau tak kenal putus asa
Kau didik kami dengan kesabaran
Kau didik kami dengan kesungguhan

Guruku…
Ingin kubalas jasamu
Dengan kesungguhan belajar
Dengan kesuksesanku
Dengan keberhasilanku

Guruku…
Selalu kupanjatkan doa untukmu
Tuhan membalas ketulusanmu
Semoga…


Oleh: Sisi Claudia (8.3) SMP MARIA MEDIATRIX-TANGERANG 

Thursday, February 11, 2016

Berpuasa dan berpantang menurut Gereja Katolik

Bagaimanakah berpuasa yang benar menurut ajaran Gereja Katolik, kapan dan bagaimana puasa itu dilakukan? Pertama-tama perlu kita ketahui dulu alasan mengapa kita berpuasa dan berpantang. Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang artinya adalah tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri, dan tanda kita mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita dan demi mendoakan keselamatan dunia. Jadi puasa dan pantang bagi kita tak pernah terlepas dari doa. Dalam masa prapaska, maka puasa, pantang dan doa disertai juga dengan perbuatan amal kasih bersama-sama dengan anggota Gereja yang lain. Dengan demikian, pantang dan puasa bagi kita orang Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama, dan bukan untuk hal lain, seperti diit/ supaya kurus, menghemat, dll. Dengan mendekatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan, maka kehendak-Nya menjadi kehendak kita. Dan karena kehendak Tuhan yang terutama adalah keselamatan dunia, maka melalui puasa dan pantang, kita diundang Tuhan untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan dunia,dengan cara yang paling sederhana, yaitu berdoa dan menyatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita pun dapat mulai mendoakan keselamatan dunia dengan mulai mendoakan bagi keselamatan orang-orang yang terdekat dengan kita: orang tua, suami/ istri, anak-anak, saudara, teman, dan juga kepada para imam, pemimpin Gereja, pemimpin negara, dst.

Friday, February 5, 2016

UPACARA PEMILIHAN KETUA OSIS


                Setiap tahun, terjadi pergantian ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Pergantian ini dilakukan karena angkatan yang memegang tampuk pimpinan OSIS mau selesai dan menamatkan pendidikan pada jenjang sekolah itu. Menyadari bahwa kehadiran OSIS menjadi bagian penting  dalam mengelola kegiatan sekolah maka pihak sekolah umumnya dan SMP Maria Mediatrix khususnya, secara selektif memilih para pengurus OSIS. Sangat diharapkan bahwa para pengurus OSIS yang nantinya mendukung pergerakan kegiatan-kegiatan sekolah, karenanya orang-orang yang terpilih, tidak hanya menjadi ketua OSIS tetapi para pengurus secara keseluruhan bisa bekerja secara maksimal.
               

CATATAN DI HARI GURU NASIONAL


Berbicara  tentang pendidikan tidak terlepas dari peranan guru. Keberadaan guru menjadi  penentu dalam mendidik dan mempersiapkan masa depan siswa-siswi.  Tanggal 25 November 2015 diperingati hari guru nasional. Hampir semua sekolah mengadakan upacara bendera dan seluruh petugas upacara bendera itu, semuanya dari guru. Pada peristiwa peringatan hari guru nasional ini, memberikan kesempatan pada para guru untuk membuat refleksi sambil melihat perjalanan hidup dan apa yang sudah dilakukannya sebagai seorang guru. Disadari bahwa seorang guru bukanlah seorang manusia sempurna, karena itu tidak luput dari kesalahan.
Pada kesempatan berharga di mana para guru terlibat aktif dalam acara memperingati hari guru nasional, guru-guru bisa melihat kembali profesi yang ditekuni selama ini sambil menata kembali dan membenahi kekurangan-kekurangan yang dihadapi agar pelayanan ke depan menjadi lebih baik. Persekolahan Maria Mediatrix memang tidak memperingati hari guru secara khusus dengan melaksanakan upacara bendera. Tetapi makna hari guru yang diperingati menjadikan guru-guru di persekolahan Maria Mediatrix bisa melihat kembali keberadaan sekolah dan para guru yang telah berusaha sejauh dapat untuk mendidik para siswa-siswi.

2 + 2


 Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat SMS dari salah seorang  teman. SMS-nya singkat dan memberikan pesan  yang kabur padaku. Dia mengatakan, 2+2  hasilnya bukan empat lagi. Membaca pesan singkat ini semakin membuat aku  tak karuan berpikir. Hitungan matematis semenjak dulu, bahwa 2 + 2 sama dengan empat. Lalu mengapa hari ini digugat melalui SMS dan yang menggugat adalah orang yang biasa aja dan bukan ahli matematika?  Kalau seorang ahli matematika yang menggugat, saya melihatnya sebagai hal yang biasa tetapi karena yang menggugat adalah seorang yang biasa maka hal itu dilihat sebagai sesuatu yang luar biasa.