PADI
Ketika menjalani masa live in di Yogyakarta, hampir setiap hari aku dan Bapak Wagimin pergi ke sawah. Saat matahari menyapa sang petani dengan tebaran sinarnya, Bapak Wagimin seakan terus didukung untuk membenamkan langkahnya di pematang sawah. Sebagian besar hamparan padi yang sedang menguning dikunjunginya. Padi pun terus bergoyang diterpa angin dan ia (padi) terus bergoyang dalam ketertundukkan. Goyangan padi yang menguning mengisyaratkan sebuah pepatah yang tak lekang oleh panas dan tak akan lapuk jika terkena hujan.
“Semakin berisi semakin merunduk.” Inilah sebuah baris pepatah yang menghantui setiap perjalanan anak manusia. Melihat padi berisi dengan posisi merunduk, sepertinya melihat para intelektual yang walaupun kemampuan berpikir mereka sudah matang dan perlu terwujudkan nilai kesederhanaan di tengah dunia yang semakin pongah.
Kepribadian Yesus sendiri adalah pribadi yang rendah hati. Ia selalu merunduk, selain sebagai bentuk ketaatan-Nya pada Bapa namun juga berani bersolider dengan manusia. Kelahiran-Nya di Betlehem, sebuah kandang yang hina, dapat dilihat sebagai bentuk kesederhanaan Allah yang terjelma dalam diri Yesus. Bahkan ketika Dia meninggal, Ia dikuburkan pada kubur batu yang juga merupakan sebuah pinjaman. Apakah keberadaan-Nya ini merupakan sebuah takdir yang terencana sebagai bentuk keberpihakan Allah akan manusia?
Seperti padi yang selalu merunduk, tanda kesederhanaan dan memberikan dirinya sebagai santapan manusia, demikian juga Yesus. Ia memperlihatkan jalan kesederhanaan dan berani mendengarkan orang-orang yang oleh masyarakat dianggap sebagai kaum buangan. Kehadiran-Nya membawa nuansa baru bahkan membawa kehidupan baru bagi mereka yang lemah ditengah ketakberdayaan.***(Valery Kopong)
Popular Posts
-
Siapakah Abraham ? Bagi orang Yahudi, Abraham adalah bapa leluhur mereka ( bdk. Yes 51:2; Mat 3:9; Luk 3:8; Yoh 8:33,39) dan...
-
Tiga hari ini Yesus memang mengecam keras kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.Yesus mengecam keras kepada mereka bukan karena b...
-
Menelusuri kisah perjalanan hidup orang-orang kudus, memberikan pelajaran berharga bagi umat Kristiani. Orang-orang kudus, terutama yang m...
-
Apakah IHS itu? Arti dari Nama Yesus Yang Tersuci Januari 2, 2014 · oleh Andreas · in Iman Katolik , Pengakuan Iman ...
-
(Menguak kasus Tibo Cs) Oleh: Valery Kopong* KEMATIAN merupakan suatu hal yang pasti untuk dialami setiap manusia. Tetapi untuk saat ...
Recent Posts
Categories
Unordered List
Pages
Blog Archive
Powered by Blogger.
Comments
Popular Posts
Total Pageviews
Blog Archive
-
▼
2010
(80)
-
▼
June
(30)
- DI TANGKAI LANGIT (Sebuah elegi sang perantau) Sia...
- Rumah DI ketinggian 1.200 meter di atas permukaan...
- Z A K H E U S Oleh: Valery Kopong* KETIKA saya d...
- “AIR SUSU IBU MENGERING” Oleh: Valery Kopong* Mel...
- No title
- P A M I T DELAPAN TAHUN menggeluti dunia pendidi...
- “BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI…” Itulah pengga...
- K E M A H Oleh: Valery Kopong* TANGGAL 21 malam,...
- MEMBACA DERITA AYUB Dalam sejarah perjalanan uma...
- JENDELA SETIAP rumah tentu mempunyai sebuah jende...
- GURU “Hanya satu yang saya tahu yaitu saya tidak ...
- LAUT Di atas geladak kapal, aku selalu melepaskan...
- AYAM Setiap kali melihat ayam meminum air, ada s...
- PELANGI Di bawah rintik hujan, anak-anak itu teru...
- RUMPUT DAN SAPI Ketika musim kering tiba, para pe...
- ANAK DOMBA Mengapa Yesus mengatakan di...
- ANAK DOMBA Mengapa Yesus mengatakan di...
- MALAM Malam selalu diidentikkan dengan kegelapan ...
- BURUNG-BURUNG Ketika membaca dan merenungkan peru...
- PADI Ketika menjalani masa live in di Yogyakarta...
- MATA AIR Di hutan yang masih perawan itu, terdapa...
- DIBAPTIS UNTUK MENJADI ANAK ALLAH Pembaptisan me...
- AIR MATA KEBERPIHAKKAN (Telaah puisi kontemporer ...
- DARI GEREJA ‘LESEHAN’ MENUJU GEREJA ‘WARTEG’ Keti...
- “ABDI PARA ABDI ALLAH” Servus Servorum Dei, abdi ...
- A P I Oleh: Valery Kopong* Prometheus, nama yang b...
- JAUHI NARKOBA “Hidup Indah Tanpa Narkoba.” Itulah...
- BALADA KAYU SALIB DAN KISAH KEBANGKITAN “Di kala ...
- PERJAMUAN AKHIR Oleh: Valery Kopong* Sebelum pam...
- “SAATKU BELUM TIBA” Pengantar: Tim Voluntas berhas...
-
▼
June
(30)
www.adonaranews.com
www.adonaranews.com
Find Us On Facebook
Ad Home
Featured Video
Featured Video
Random Posts
Recent Posts
Header Ads
Labels
About Me
Foto Keluarga
Keluargaku
Foto profilku
Pemilik website
Labels Cloud
Labels
Follow Us
Pages - Menu
Popular Posts
-
Courtesy Museion Museum / ...
-
Judul : Keharuman Cinta Mother Teresa Penulis : Anna Farida Penerbit : New Agogos Publising, Jakarta 201...
-
(Sumber inspirasi: Matius 8:1-4) Di mata orang Yahudi, menderita sakit kusta memberikan gambaran sebuah kutukan dari Allah. Karena itu set...
-
TARIAN “HEDUNG”: CERMIN KEBUASAN MANUSIA ( Sebuah Analisis Sosio-kultural) Oleh: Valery ...
-
Z A K H E U S Oleh: Valery Kopong* KETIKA saya diminta oleh ketua lingkungan untuk mencari nama pelindung lingkungan yang baru dibentuk ...
-
Membaca teks Injil Luk. 10:1-9 mengingatkan kita akan tugas perutusan yang diberikan oleh Yesus. Tugas perutusan itu tidak hanya untuk ora...
-
Judul : Pedulikah Kita Pada Hidup? Pengarang : Mudji Sutrisno, SJ Penerbit : Kanisiu...
-
Menelusuri kisah perjalanan hidup orang-orang kudus, memberikan pelajaran berharga bagi umat Kristiani. Orang-orang kudus, terutama yang m...
-
Membaca Kisah Para Rasul yang mengisahkan tentang kehidupan Jemaat Perdana, terlihat jelas tugas-tugas Gereja yang perlu dilakukan oleh Ge...
-
Pengantar Redaksi: Paulus yang sebelum pertobatannya dikenal sebagai Saulus, lahir di Tarsus, Kilikia, sebuah pusat perdagangan terk...
0 komentar:
Post a Comment